Abstrak. Kultur jaringan merupakan perkembangbiakan sel, jaringan,
dan organ tanaman pada media padat atau cair yang dilakukan pada lingkungan
aseptik dan terkendali. Umumnya, kultur jaringan
dilakukan pada skala laboratorium namun dapat juga diaplikasikan pada skala
rumah dengan memodifikasi alat dan bahan yang digunakan serta lingkungan yang
optimal bagi pertumbuhan eksplan. Namun demikian, belum ada penelitian ilmiah
mengenai perbedaan antara kultur jaringan skala laboratorium dengan rumah. Panci
presto (tekanan 13 lbs, waktu 5-10 menit, dan suhu 105-120°C) digunakan untuk
mensterilisasi media MS0 pada skala rumah sebagai modifikasi autoklaf (tekanan
15 lbs, waktu 15 menit, dan suhu 121°C). Tingkat kontaminasi yang terjadi bergantung
pada lokasi dan lama penyimpanan media (P interaksi: 0.000; Anova Two Way). Tingkat
kontaminasi berkorelasi positif dengan lamanya media disimpan (P: 0.000, R2:
0.484; Spearman Correlation Test) dan kelembaban lingkungan (P: 0.01, R2:
0.234, Spearman Correlation Test). Sterilisasi eksplan menunjukkan bahwa
penggunaan Bayclin® 10% dan Tween® 20 memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan
penggunaan Sunlight®, Bayclin® 10%, dan Tween® 20. Laminar air
flow yang digunakan untuk inisiasi skala laboratorium dimodifikasi menjadi
kotak plastik 220 L yang diberi exhaust
fan pada skala rumah. Media MS dengan komposisi zat pengatur tumbuh BAP dan
NAA masing-masing 0.1 ppm digunakan sebagai media inisiasi. Hasil inisiasi
menunjukkan lamanya waktu pengulturan memiliki korelasi positif dengan laju
kenaikan panjang eksplan (P: 0.000; R2:
0.789; Uji Korelasi Spearman) dan pertambahan jumlah daun (P: 0.000, R2:
0.758; Uji Korelasi Spearman). Inisiasi dan subkultur
pada skala laboratorium dan rumah menunjukkan hasil dan performa yang tidak
berbeda nyata terhadap suhu, kelembaban, intensitas cahaya, laju pertambahan
panjang eksplan, pertambahan jumlah daun, dan pertambahan jumlah tunas.
Abstract.
Plant tissue culture refers to growing and multiplication of
cells, tissues, and organs of plants on defined solid or liquid media under
aseptic and controlled environment. In general, tissue culture is performed on
lab-scale but actually it can also be done at home-scale by modification of
materials used, and optimizing environment condition. Pressure cooker (Pressure
of 13 lbs, 5-10 minutes, and temperature of 105-120°C) was used to sterilize
media on the home-scale as a modification of an autoclave (pressure of 15 lbs,
15 minutes, and temperature of 121°C). Contamination
level of medium sterilized in home-scale showed a
significant difference with lab-scale, depending on where the
location of sterilization and length
of storage time (P interaction: 0.000; Two Way Anova Test). The longer media stored the greater likelihood of contamination
(P: 0.000, R2: 0.484; Spearman Correlation Test). Contamination
could also occurs because of high humidity environment (P: 0.01, R2:
0.234; Spearman Correlation Test). Explant sterilization using Bayclin®
10% and Tween® 20
(method B) showed better results compared to Sunlight®,
Bayclin® 10%, and Tween® 20 (method A) in explant decontamination. Laminar air
flow was substituted with modified inverted 220 L plastic box with an exhaust
fan for initiation stage. Murashige and Skoog (MS) supplemented with 0.1 ppm of
BAP and NAA was used as plant growth regulators. The result of initiation stage
showed that culturing time influenced the increment of explants height (P: 0.000; R2: 0.789;Spearman
Correlation Test) and leaf number (P: 0.000, R2: 0.758; Spearman Correlation
Test). Initiation and subculture in laboratory-scale and home-scale showed
not significantly difference depending
on temperature, humidity, light intensity, increment of explants height, leaf
number, and shoot number.
Keywords: Economic,
Home-Scale, Saintpaulia ionantha.
Pendahuluan
Pemenuhan tanaman dalam jumlah yang besar dalam waktu
yang relatif singkat dapat dilakukan dengan teknik kultur jaringan. Umumnya
teknik kultur jaringan dilakukan pada skala laboratorium karena membutuhkan
kondisi aseptik dan dikerjakan oleh tenaga ahli. Akan tetapi, seiring dengan
kebutuhan kultur jaringan yang lebih bernilai ekonomis, teknik ini mampu
diaplikasikan pada skala rumah tangga dan dikerjakan oleh masyarakat awam.
Sebagai contoh terdapat sebuah organisasi yang telah merintis kultur jaringan
skala rumah tangga bernama ”Kitchen Culture Education Technologies Inc.”
Organisasi ini sudah pernah mengembangkan kultur jaringan skala rumah tangga
dengan menggunakan tanaman Strelitzia reginae, Sarchochillus Elizabeth, Saintpaulia sp., dan Dionae muscipula (www.kitchencultureeducation.org).
Selain itu, di Indonesia juga telah dilakukan pelatihan kultur jaringan skala
rumah tangga (http://dapurkuljar.blogspot.com/).
Modal yang dibutuhkan untuk skala rumah
tangga tidak terlalu besar tetapi tetap dapat memenuhi kebutuhan alat, bahan,
dan pelaksanaan kultur jaringan. Alat dan bahan yang semula membutuhkan biaya
yang besar pada skala laboratorium dapat dimodifikasi sehingga biaya lebih
terjangkau. Berdasarkan berbagai penelitian kultur jaringan skala rumah tangga
yang telah dilakukan, belum ada yang membandingkan performa dan hasil secara
ilmiah dari sisi metode, peralatan, dan material yang digunakan antara kultur
jaringan skala rumah tangga dan
laboratorium.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar